Showing posts with label Casis. Show all posts
Showing posts with label Casis. Show all posts


ILMUTKR - Transmisi manual yaitu Sistem menggunakan clutch yang dioperasikan oleh pengemudi untuk mengatur perpindahan torsi dari mesin menuju transmisi. Transmisi memiliki banyak sekali gear gear yang berbeda fungsi fungsinya. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas persoalan masalah masalah tentang transmisi manual yg sering terjadi.

Contohnya banyak dari pengendara mengalami masalah masalah tentang gigi yang susah dipindahkan atau saat ingin pindah gigi contoh, 3 ke 4 tapi kemudian malah ke netral dan masih banyak contoh masalah masalah lainya yang mempengaruhi kinerja Transmisi tidak dengan semestinya bekerja (RUSAK).

Bagian bagian Trasmisi manual

Inilah faktor penyebab dari gejala yang sering dialami antara lain sebagai berikut.

1. Tongkat perseneling macet / susah pindah
Penyebabnya adalah kemungkinan :
• bola pengunci tongkat pemindah gigi macet maka cara mengatasi nya adalah dengan mengganti nya.

• tungkai sambungan pemindah gigi macet, maka cara mengatasinya adalah dengan menggantinya.

• Tuas pemindah gigi bengkok, masalah ini dapat diatasi dengan cara mengganti nya.

2. Tongkat Pemindah Gigi Longgar
Kemungkinan penyebab nya adalah :
• Bushing bola pengunci tuas pemindah aus, maka cara mengatasinya adalah dengan menggantinya.

• Bola pengunci tuas pemindah aus, Maka cara mengatasinya adalah dengan menggantinya.

3. Susah pindah gigi
Kemungkinan penyebab nya adalah :
• Tuas control pemindah gigi bengkok, maka cara mengatasinya adalah dengan menggantinya.

• Kurang oli, Cara tepat mengatasinya adalah dengan menambahkan oli sesuai Standar.

• Oli kurang bagus, oli kurang bagus juga merupakan salah satu penyebab susahnya perpindahan gigi maka harus cepat menggantinya.

• Tangkai pemindah atau garbu pemindah longgar, maka cara mengatasinya adalah dengan cara menggantinya.

• Ring sinkromes aus, maka cara yang tepat adalah dengan menggantinya dengan yang baru.

• Kerucut gigi sinkromes aus, maka cara mengatasinya adalah dengan menggantinya.

• Kontak ring sinkromes dan kerucut gigi jelek, maka cara mengatasinya adalah dengan menggantinya.

• Kelonggaran gigi memanjang berlebih, maka cara mengatasinya adalah dengan menggantinya.

• Bearing aus, solusinya adalah menggantinya.

• Pey key snkronister aus, cara mengatasinya adalah ganti baru.

• Pra-beban bearing gigi poros primer terlalu besar, maka cara mengatasinya adalah dengan menggantinya.

4. Gigi Melompat
Kemungkinan penyebabnya adalah :
• Garbu pemindah gigi aus, cara mengatasinya adalah menggantinya.

• Tuas Kontrol bengkok, cara mengatasinya adalah menggantinya
.
• Hub clutch sleeve aus, cara mengatasinya adalah menggantinya.

• Gigi poros sekunder aus, cara mengatasinya adalah menggantinya.


• Permukaan gigi geser aus, cara mengatasinya adalah menggantinya.

• Backlash gigi kebanyakan, cara mengatasinya adalah menggantinya.

• Bearing aus, cara mengatasinya adalah menggantinya.

• Dudukan mesin longgar atau pemsangannya kurang pas, cara mengatasinya adalah dengan mengencangkannya.

5. Suara Abnormal (Terlalu Berisik)
Kemungkinan penyebabnya adalah :
•Oli kurang, cara mengatasinya adalah menambahkannya.

• Kualitas oli jelek, cara mengatasinya adalah menggantinya.

• Bearing aus, cara mengatasinya adalah menggantinya.

• Gigi poros sekunder aus, cara mengatasinya adalah menggantinya.

• Permukaan gigi geser aus, cara mengatasinya adalah menggantinya.

• Backlash gigi kebanyakan, cara mengatasinya adalah menggantinya.

• Gigi roda gigi rusak, cara mengatasinya adalah menggantinya.

• Ada kotoran pada gigi, cara mengatasinya adalah menggantinya.

• Gigi diferensial rusak atau backlasnya kebanyakan, cara mengatasinya adalah menggantinya atau menyetel nya.

6. Memindahkan Gigi Keras
Kemungkinan penyebab terjadinya adalah :
• Jarak main pedal kopling terlampau besar sehingga macet, cara mengatasinya adalah menggantinya atau menyetel nya.


• Pelat kopling aus, cara mengatasinya adalah menggantinya.

• Pelat kopling kontor terkena minyak, cara mengatasinya adalah menggantinya.

• Poros garbu pemindah berubah bentu atas ausnya tidak merata, cara mengatasinya adalah menggantinya.

• Bola lokasi pecah, cara mengatasinya adalah menggantinya.

• Sleeve sinkromesa aus, cara mengatasinya adalah menggantinya.

• Hub sinkromes aus, cara mengatasinya adalah menggantinya.

7. Gigi Lepas Sendiri
Kemungkinan penyebabnya adalah :
• Tuas transmisi berubah bentuk, cara mengatasinya adalah menggantinya.

• Sumbu garbu pidah aus, cara mengatasinya adalah menggantinya.

• Bola baja lokasi aus, cara mengatasinya adalah menggantinya.

• Pegas bola baj lokasi lemah, cara mengatasinya adalah menggantinya.

• Garbu pindah aus, cara mengatasinya adalah menggantinya.

• Gigi terlampau bergerak ke arah tekan, cara mengatasinya adalah menggantinya.

• Ring atau hub sinkromes aus, cara mengatasinya adalah menggantinya.

• Bantalan poros masuk [input shaft] poros utama [main shaft] atau poros lawan [counter shaft] aus, cara mengatasinya adalah menggantinya.

8. Gigi Tidak Mau Masuk
Kemungkinan penyebabnya adalah :
• Pegas sinkromes lemah atau patah, cara mengatasinya adalah menggantinya.

• Alur dalam ring sinkromes aus, cara mengatasinya adalah menggantinya.

• Ring sinkromes macet pada kerucut, cara mengatasinya adalah menggantinya.

• Poros garbu pemindah berubah bentuk, cara mengatasinya adalah menggantinya.

• Garbu pemundah aus, cara mengatasinya adalah menggantinya.

Di atas merupakan beberapa masalah yang mungkin umumnya terjadi pada sistem transmisi manual, sekian terimakasih.

Inilah Beberapa Masalah Kerusakan Yang Sering Terjadi Pada Transmisi Manual


ILMUTKR - Transmisi Otomatis (MATIC) merupakan transmisi yang melakukan perpindahan gigi percepatan secara otomatis. Mekanisme kerja transmisi otomatis ini menggunakan sistem gesek dan minyak. Seperti halnya transmisi manual, transmisi otomatis mempunyai suatu komponen yaitu planetari yang berfungsi untuk mengubah kecepatan dan torsi.

Bagian Bagian Transmisi Otomatis.



Adapun tahapan tahapan overhoul transmisi adalah sebagai berikut.

Tahap Pertama :

Lepas transmisi dari mesin, lalu letakan bagian bagian transmisi di tempat yang bersih. Bersihkan lah transmisi apabila terdapat kotoran dari kopling atau geram logam dengan cairan pembersih.
[Jangan merendam body Valve ke dalam bak  pembersih]

Tahap kedua : 

Periksa pergerakan valve didalam silinder atau housingnya, terlebih dahulu lumasi valve-valve tersebut dengan menggunakan oli transmisi yang bersih dan perhatikan valve dapat bergerak dengan halus tanpa ada hambatan di dalam silindernya.

Tahap Ketiga :


Mengukur kerataan pompa oli, body valve dan casing. Periksalah kerataan komponen komponen Valve dengan mistar dan feller gauge dan dengan ukuran standar 0.0015 (lihat ukuran standar di buku jika kurang yakin)

Tahap Keempat : 

Mengkikir komponen komponen yang terasa tidak rata dengan amplas halus atau kikir halus atau gerinda halus.



• Menggunakan kikir halus menggunakan metode [DRY SANDING], gosok bagian yang tidak rata dengan menggunakan kikir halus satu arah (arah maju) dengan tekanan yang ringan.

• Dengan menggunakan amplas halus sama hal nya dengan menggunakan media kikir yaitu harus menggosok yang bengkok/ tidak rata satu arah.

• Dengan menggunakan gerinda halus dengan metode [WET SANDING]. penggunaan batu gerinda ini harus menggunakan cairan EPA yang direkomendasikan, metode ini sangat efektif untuk menghilangkan bagian yang tidak rata khususnya pada area lubang baut.

[Pastikan Selesai Proses Perataan Bagian Valve dibersihkan dari debu debu besi bekas pengikiran atau pengamplasan]

Tahap Kelima :

Periksalah seluruh celah roda gigi yang berada di transmisi.
Ada tiga bagian roda gigi atau Rotor yang harus diperiksa yaitu,


a. Bagian Slot atau kupingan yang bertautan dengan torque converter. Gantilah jika keausan pada bagian tab atau slot melebihi 0.050 atau jika terdapat alur keausan pada bagian dalam dari gear.

b. Seluruh bagian sisi dari gear. Tidak boleh ada tanda-tanda terjadinya keausan dan partikel logam yang menempel.
Goresan kecil yang masih dapat diperbaiki dengan bahan poles masih dapat diterima, namun jika goresan tersebut dapat dirasakan oleh kuku jari maka komponen tersebut sudah tidak dapat dipergunakan lagi.

c. Periksalah celah pompa oli. celah pompa oli biasanya digunakan adalah

[0.002] Diameter Luar
[0.004] Antara Crescent inner pump gear

Tahap Keenam : 

Pemeriksaan planetary gear, gerakkan pinion gear ke arah atas dan bawah untuk memeriksa play end pinion gear. Periksa juga tingkat keausan pinion pada bearing dan carrier dengan cara menjatuhkan pinion dari atas, pinion harus dapat bergerak dengan halus.


[Periksa dengan teliti pinion yang dilas di dalam carrier, bagian yang dilas ini seringkali mengalami keretakan yang membuat pinion rusak.]

Tahap Ketujuh :

Periksa kondisi Steel Plate, jika masih layak dapat digunakan kembali, jika kondisinya meragukan lebih baik diganti saja, jangan pernah mengampelas komponen ini.

Secara teori diketahui penggunaan material kampas kopling dengan bahan yang lunak dengan pori-pori yang besar akan mampu menyerap dan mengeluarkan oli transmisi otomatis dalam jumlah yang lebih banyak untuk mempercepat proses pelepasan panas. Dengan penggunaan material kampas kopling yang lebih lunak ini maka dibutuhkan steel plate baja yang juga lebih lunak. Kampas kopling akan cepat rusak jika mengalami panas yang berlebihan dan jika permukaan steel plate keras dan kasar.

Kondisi steel plate dan pressure clutch harus diperhatikan, jika kondisinya masih rata maka keduanya dapat digunakan kembali, namun jika ada tanda-tanda keausan dan gosong terbakar lebih baik diganti.

Tahap Kedelapan :

Lumasi lah semua bagian planet assembly, gunakan lah cairan pembersih EPA untuk membersihkan planet gear, bearing. [Jangan menggunakan air untuk membersihkan komponen-komponen tersebut karena hal ini dapat membuat bearing-bearing menjadi kering dan akan mempersulit pemeriksaan kondisi bearing]. Setelah dicuci dengan cairan pembersih semprotlah dengan angin dan lumasi dengan oli transmisi yang bersih saat proses pemasangan.

"Sebelum proses pemasangan rendamlah semua material gesek didalam oli transmisi otomatis yang bersih selama 15 - 30 menit."

Tahap Kesembilan :

Bersihkan lah permukaan band sampai mengkilap menggunakan amplas halus. Lalu periksalah apakah keadaan drum memiliki sedikit keretakan atau kebengkokan, jika ada maka drum harus diganti.

Tahap Kesepuluh :

Ganti semua bushing, ada lima cara melepas bushing yaitu,


• Perhatikan jarak yang paling pendek untuk melepas dan kedudukan bushing pada pompa yang mempunyai pengunci satu arah. Beberapa pump mempunyai pengunci pada bagian belakang bushing dan sebagian lain mempunyai pengunci dibagian depannya.
[Perhatikan dengan seksama tipe yang digunakan sebelum melepasnya jika tidak maka dapat merusak pompa.]

• Gunakan Palu untuk melepas bushing pada titik pertemuan ujung-ujung bushing agar bushing dapat dilepas dengan satu pukulan.

• Bersihkan setiap goresan atau tonjolan pada tempat kedudukan bushing agar bushing dapat dipasang dengan mudah dan rata pada dudukannya.

• Gunakanlah alat press untuk memasang bushing agar tekanan dan posisi pemasangan bushing dapat dikontrol dengan baik, untuk mengurangi resiko kerusakan bushing dan komponen - komponen lainnya.
[Periksa bahwa bushing sudah terpasang dengan baik tanpa ada kerusakan.]

Tahap Kesebelas :

Ganti semua seal O-Ring, setelah itu periksalah seal o-ring, dan komponen karet pada silindernya agar dapat terpasang dengan pas.
Untuk menghindari kerusakan seal saat pemasangan maka usahakanlah untuk segera memasang seal o-ring yang anda lepaskan dengan yang baru, lakukan pemasangan ini secara berurutan untuk menghindari kemungkinan salah pasang atau tertukar antar seal.


Lakukanlah proses perakitan mulai dari bagian pompa oli, dan lakukan pemeriksaan sealing ring dari kemungkinan bocor dengan menggunakan tekanan angin kompresor.
Gosok permukaan bahan alumunium tempat kedudukan sealing ring dengan menggunakan scotchbright pad sehingga akan terlihat pola seperti arsiran pada bidang alumunium tersebut, agar seal ring lebih awet maka berikanlah sedikit oli pada permukaaan kedudukan seal ring.

Tahap Keduabelas :

Semprotkan ATF kedalam Pompa oli dan pada bagian jalur oli yang terdapat di pompa oli. Ratakan oli ATF dengan menggunakan tangan agar seluruh permukaaan pompa oli tertutup lapisan oli.

Teknik ini menjamin pompa oli akan segera bekerja dan mengurangi keluhan terjadinya delay pertautan gigi transmisi karena pompa yang terlambat bekerja. Kencangkan seluruh baut pompa oli dengan urutan menyilang dan pastikan momen pengencangannya sama dengan menggunakan kunci momen.

Tahap Ketigabelas :

Isi torque Converter dengan menggunakan oli ATF.

Tahap Keempatbelas :

Pasang clutch dan band dengan nilai celah yang sesuai standard.

Tahap Kelimabelas :

Kencangkan pompa oli dan body valve dengan menggunakan kunci mlpsomen. Pertama-tama kencangkan baut-bautnya mulai dari tengah secara merata dengan menggunakan tangan kemudian gunakan kunci momen untuk melakukan pengencangan akhir.

Cara Overhoul Transmisi Otomatis (MATIC) Lengkap


ILMUTKR - Rem merupakan bagian yang berfungsi sebagai memperlambat l'aju kendaraan. Rem ini sangat penting dalam kendaraan karna rata rata kecelakan sekarang ini adalah pada rem. Maka dari itu rem patut di periksa secara rutin dan detail.
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas soal jenis jenis rem, kemarin kita sudah membahas fungsi bagian bagian dari rem tromol.

Kita kali ini akan membahas lengkap tentang jenis jenis rem yang sering digunakan pada mobil bensin maupun mobil diesel. Langsung saja inilah beberapa jenis rem pada mobil sebagai berikut.

Jenis Jenis Rem

1. Rem Cakram

Ada dua tipe rem cakram antara lain :

Rem cakram biasa, yaitu rem yang menggunakan disc brake yang bentuknya menyerupai piring dan cara kerjanya dengan menjepit piringan rem agar kendaraan berhenti.
Rem cakram berventilasi, sama persis dengan rem cakram biasa, namun piringannya lebih tebal seperti bertumpuk, dan ditengahnya ada rongga udara kosong di kisi-kisinya sehingga dinamakan cakram berventilasi.

2. Rem Tromol
rem tromol dioperasikan melalui satu rem, dan bentuknya seperti baskom, jadi ada dua sepatu rem yang bergerak ke arah samping kiri dan kanan. Seiring berjalannya waktu, rem tromol kini berevolusi menjadi rem tromol depan belakang dengan hidrolik.

3. Rem Angin

Rem ini biasa digunakan pada mobil mobil besar atau mobil diesel. Rem angin yang sebenarnya adalah rem tromol dengan bantuan hidrolik angin sehingga lebih dikenal menjadi rem angin. Rem ini biasanya digunakan untuk kendaraan kendaraan berat.

Kekurangan dan Kelebihan

Rem Cakram

Kelebihan
1. Daya pengereman dapat mencapai 100%, karena seluruh pad bergesekan langsung dengan cakram sehingga pengereman dapat maksimal.
2. pendinginan rem lebih baik karena menganut sistem pengereman terbuka dan untuk memperbaiki pendinginan kadang kala cakram di buat berongga atau berlubang.
Kekurangan
1. Karena menganut sistem terbuka seringkali kaliper di tumpuki kotoran yang lama kelamaan akan mengeras dan dapat membuat tergoresnya cakram.

Rem Tromol

Kelebihan
1. Karena posisinya tertutup, rem tromol tidak gampang di masuki kotoran dari luar. Oleh sebab itu rem tromol banyak di gunakan pada perangkat rem roda belakang yang sering di serang oleh kotoran / lumpur.
2. Kinenja rem tromol lebih lembut dan penampang kampas rem dapat di buat extra lebar sehingga banyak di gunakan pada kendaraan berat.
Kekurangan
1. Karena tidak seluruhnya kampas rem menempel ke tromol roda yang mengakibatkan daya pengereman pada rem tromol cuma 70% saja.
2. Rem gampang terkena panas karena perangkat rem model tertutup dan jeleknya lagi apabila menerjang banjir rem tidak akan pakem lagi karena perangakat rem di penuhi air.

Rem Angin

Kelebihan
1. Lebih Murah
2. Aman
3. Bersih
4. Flexible
Kekurangan
1. Rentan terhadap cuaca
2. Sulit mendeteksi kebocoran
3. Berisik
Adapun sekarang ini ada teknologi terbaru yaitu,

A. Rem konvensional
Rem konvensional adalah sebuah sistem yang selalu berjalan berdasarkan pergerakan refleks dari si pengemudi, namun biasanya kelemahan sistem rem ini bahwa refleks manusia tidak sama dalam keadaan panik. Pengemudi menginjak pedal rem dengan kekuatan yang berlebihan sehingga menyebabkan ban terkunci dan justru yang terjadi adalah kendaraan tidak terkontrol dan kecelakaan tidak bisa dihindari.

B. Perangkat ABS (Anti-lock Brake System)
Perangkat ABS (Anti-lock Brake System), yaitu perangkat keselamatan yang menjadi standart harian. ketika sebuah kendaraan dengan ABS melewati jalan licin dan harus berhenti mendadak, sistem ABS akan bekerja semaksimal mungkin untuk mencapai brake terbaik supaya kendaraan bisa berhenti.
ABS selalu memiliki frekuensi pengereman puluhan kali per detik untuk menghindari ban terkunci (untuk menghasilkan brake terbaik), tapi konsekuensinya pada pedal rem akan timbul bunyi yang cukup keras, dan akan ada pergerakan dari pedal tersebut yang tidak kita alami sebelumnya.

C. EDB (Electronic Brake System)
EDB (Electronic Brake System) Ini adalah sistem yang lebih maju setelah ABS. Sistem ini bisa mendeteksi tingkat kebutuhan cengkraman rem di masing-masing sudut atau antara depan dan belakang berdasarkan bobot kendaraan pada saat itu.

E. Brake Assist
Brake Assist adalah sebuah sistem yang sangat membantu pengemudi ketika ia menginjak pedal rem. Dengan adanya sistem break assist pedal akan jauh terasa lebih ringan, karena sistem ini selalu membantu pengemudi untuk mengetahui tingkat kepakeman rem saat si pengemudi bereaksi, baik itu cepat maupun lambat.

Jenis Jenis Rem Pada Mobil Lengkap Dengan Kekurangan dan Kelebihan


ILMUTKR - Pada mobil pastinya ada stir dan itu wajib ada, karna sistem kemudi ini merupakan alat penggerak roda depan agar bisa berbelok. Dalam arti luasnya fungsi dari sistem kemudi mobil adalah untuk mengatur arah laju kendaraan sesuai dengan yang diinginkan dengan cara membelokkan roda roda depan.

Adapun sistem kemudi ini memiliki banyak jenis antara lain,

A. Sistem Kemudi Manual

Sistem kemudi manual sudah muali ditinggalkan dengan adanya produksi mobil-mobil baru sekarang. Pada sistem kemudi manual tenaga yang besar untuk mengemudikan nya. Pengemudi yang mengendarai mobil dengan sistem kemudi manual akan lebih cepat terasa lelah terutama jarak jauh karena tenaganya terkuras oleh sistem kemudi ini. Sistem kemudi manual yang sering diluncurkan seperti recirculating ball dan jenis jrack and pinion.

Recirculating memiliki prinsip kerja pada waktu pengemudi memutar roda, poros utama yang dihubungkan dengan roda kemudi langsung membelok. Pada bagian ujung poros utama kerja dari gigi cacing dan mur bak roda gigi kemudi menambah tenaga dan memindahkan gerak putar dari roda kemudi ke gerakan mundur maju lengan pitman. Lingkage, mulai dari batang penghubung ,tie rod, lengan idler dan lengan nakel dihubungkan dengan ujung pitman arm. Dari sambungan tersebut memnindahkan gaya putar dari kemudi roda depan dengan memutar ball joint pada lengan bawah dan bantalan untuk meredam kejutan.

Jenis rack and pinion memiliki prinsip kerja pada waktu roda kemudi putar, pinion pun ikut berputar. Gerakan ini akan menggerakkan rack darisamping ke samping dan dilanjutkan melalui tie rod ke lengan nakel pada roda depan sehingga satu roda depan didorong, sedangkan satu roda tertarik yang menyebabkan roda berputar pada arah yang sama. Kemudi jenis ini memudahkan pengemudinya untuk mengendalikan roda depan mobil.

B. Sistem Kemudi Power Steering

Sistem kemudi dengan jenis ini akan menunjang kenyamanan dalam mengemudi, power steering kini merupakan sarana yang semakin umum dijumpai pada sistem kemudi setiap mobil keluaran sekarang. Pada jaman dahulu seorang pengemudi membutuhkan tenaga ekstra untuk membelokkan mobil, maka sekarang dalam membelokkan mobil cukup dengan satu tangan saja. Kemudahan inilah yang disediakan pada sistem kemudi jenis ini. Seperti komponen lainnya power steering membutuhkan perawatan untuk menjaga kondisinya agar tetap berfungsi dengan maksimal. Pengemudi harus memahami bahwa merawat power steering ini berawal dari mengemudikan mobil dengan baik dan benar.


Kelalaian dalam menggunakan sistem kemudi ini akan memperpendek umur dari power steering tersebut. Gejala kerusakan yang terjadi pada power steering yang tidak diperbaiki dengan segera akan menyebabkan kenyamanan dalam mengemudi menjadi tidak nyaman. Perawatan power steering mobil tidak jauh berbeda dengan komponen lainnya, namun ada pula perawatan khusus yang perlu disesuaikan dengan jenis power steering.

C. Sistem Power Steering Hidrolik

Jenis power steering ini menggunakan pompa hidrolis berisi oli yang berfungsi meningkatkan tenaga yang mendorong roda untuk membelok ke kiri atau ke kanan saat pengemudi memutar stir mobilnya.

D. Sistem Power Steering Semi Hidrolik

Power steering pada jenis ini menggunakan perpaduan antara pompa hidrolik dan motor listrik/dinamo untuk menghasilkan tekanan pada pompa hidrolik.

E. Sistem Power Steering Elektrik

Power steering jenis ini hanya menggunakan dinamo tanpa pompa hidrolik yang lebih dikenal dengan sebutan electric power steering (EPS). Pengguanaan sistmem power steering jenis ini populer pada tahun 2000.

Fungsi dan Jenis Jenis Sistem Kemudi Lengkap


ILMUTKR - Kali ini kita akan membahas tentang materi sistem kopling pada kendaraan terutama mobil. Mungkin beberapa dari kita sudah tau bahwa tugas kopling hanyalah sebagai pembantu memindahkan gigi. Namun apakah pernah terlintas di kepala kita bagaimana caranya kopling ini bisa membantu untuk memindahkan gigi.

Sebelum itu kita akan seperti biasa akan membahas tentang bagian bagian nya terlebih dahulu sebagai berikut.

Bagian Bagian Kopling



1. Tuas Pembebas
2. Roda gaya
3. Bantalan tekan
4. Poros kopling
5. Poros engkol
6. Bantalan pilot
7. Plat kopling
8. Pegas koil
9. Plat penekan
10. Unit penekan

Ada dua jenis kopling pada sistem kopling yaitu,

1. Kopling plat tunggal dengan pegas diafragma
2. Kopling plat tunggal dengan pegas koil
Pada jenis kopling di atas, mereka memiliki spesifikasi berbeda antara lain.

1. Kopling plat tunggal dengan pegas diafragma

• Gaya penekan pada pedal kopling lebih ringan
• Penekan terhadap plat kopling lebih merata
• Banyak digunakan pada saat ini
Catatan :
Bantalan tekan harus selalu bekerja dengan baik
2. Kopling plat tunggal dengan pegas koil

• Gaya penekan pada pedal kopling terlalu besar
• Konstruksi rumit dan terlalu mahal
• Penekan tidak merata, jika salah satu lengan penekan rusak
• Konstruksi ini tidak diproduksi lagi
( untuk mobil kecil )

Adapun cara kerja kopling kedua jenis di atas adalah sebagai berikut.

Cara Kerja Kopling

A. Kopling Plat Tunggal Dengan Pegas Diafragma

1. Posisi Terhubung

Pegas penekan diafragma menekan plat penekan sehingga plat penekan terhubung / tertekan.
Kanvas kopling terjepit diantara roda gaya dan plat penekan, putaran motor dapat dipindahkan ke poros kopling.

2. Posisi Terlepas

Pegas penekan diafragma mengungkit plat penekan sehingga plat kopling bebas dari penekanan.
Kanvas kopling bebas dari penekan jepitan, putaran motor tidak dapat dipindahkan ke poroskopling.

B. Kopling plat tunggal dengan pegas koil

1. Saat pedal kopling ditekan
release bearing kedepan skaligus menekan preasure reper, maka preasure reper mengungkit preasure plat untuk membebaskan jepitan disc plat atau plat kopling terhadap flywheel. Karna disc clutch tidak tertekan, sehingga putaran engine tidak dapat diteruskan.

2. Saat pedal kopling dilepas
realease frok kembali diposisi semula dan relaease bearing tidak menekan preasure reper dengan demikian preasure reper tidak mengungkit preasure frok dan disc clutch (plat kopling) kembali terjepit ke flywheel, sehingga putaran engine dapat diteruskan.

Cara Kerja Sistem Kopling Pada Mobil Lengkap Dengan Gambar


ILMUTKR - Transmisi merupakan bagian yang berfungsi sebagai media pemindah tenaga pada kendaraan. Transmisi juga memiliki dua jenis yaitu, Transmisi manual dan otomatis. 

Transmisi yang kita bahas kali ini adalah transmisi manual yang memiliki gear yang simple dibandingkan transmisi otomatis. Kalau transmisi otomatis gearnya berbentuk lempengan dan kalau transmisi manual berebentuk gear bulat besar (seperti gear pada biasanya).

Transmisi manual ini memiliki keunggulan yaitu, harga yang tidak mahal dan penjualan yang mahal tidak cepat jatuh, Akselerasinya yang bagus sekali jalan jauh, Kecepatan yang dihasilkan sangat tinggi, Sangat hemat bahan bakar, Membutuhkan perawatan yang minim.

Nah, di atas adalah kelebihanya dan pastinya di setiap kelebihan ada kekurangan, apa saja kekurangannya? Sedikit melelahkan karena harus menggunakan kopling agar dapat mengatur kecepatan.

Sudah tau kekurangan dan kelebihanya selanjutnya kita akan membahas fungsi dari bagian bagian nya, biasa di sebut gearbox.



1. Input Shaft
Komponen ini sebagai poros yang bekerja sama dengan kopling untuk memutar gigi di dalam gearbox.

2. Synchcroniser
Ia berfungsi untuk memindahkan gigi pada saat mesin mobil sedang berkerja.

3. Shift Fork
Komponen ini berfungsi memindahkan gigi pada porosnya, sehingga gigi akan mudah untuk dipasang atau dipindahkan.

4. Shift Lingkage
Merupakan batang atau tuas yang menghubungkan antara tuas persneling dengan shift fork.

5. Gear Shift Lever
Tuas untuk memungkinkan Geser dapat memindahkan gigi bedasarkan kondisi mengemudi.

6. Transmission Case
Berfungsi sebagai dudukan bantalan transmisi dan poros-poros. Selain itu, bak transmisi juga untuk wadah penyimpanan oli transmisi.

7. Poros Output
Komponen berupa poros yang dapat mentransferkan torsi dari sistem transmisi ke gigi terakhir, juga dudukan persneling.

8. Bantalan
Berfungsi untuk mengurangi tekanan yang terjadi antara sistem transmisi.

9. Counter Gear
digunakan untuk menghasilkan torsi dari gigi input menuju gigi kecepatan.

10. Reverse Gear
Inci arah dari putaran poros poros Status mobil dapat berjalan mundur.

11. Hub Slave
Penguncian gigi percepatanNamun output poros bisa berputar dan berhenti.

12. Speedometer Gear
Sebagai penggerak kabel untuk mengukur kecepatan mobil yang dikendarai.

Itulah beberapa komponen yang berada pada transmisi manual.

Fungsi Komponen Pada Transmisi Manual Kendaraan Lengkap


ILMUTKR - Rem yang masih menggunakan tipe tromol adalah rem dengan model lama dan mungkin sangat mudah saat di overhoul dan sering pula menjadi media belajar di sekolah.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang materi rem tromol. Sebelum kalian meng overhoul rem tersebut sebaiknya pelajari lah bagian bagianya agar mudah dalam mencopot atau memasangnya.

Sebenarnya tipe rem ini ada banyak macam salah satunya tromol. Tipe lainnya yaitu seperti tipe leading and trailing, tipe two leading, double two leading, uni servo, duo servo, anchor pin. Setelah kita membahas tentang tromol nanti materi selanjutnya kita akan membahas semua tipe tipenya dan juga keunggulannya.

Berikut Bagian Bagian Dari Rem Tromol Berserta Fungsinya Masing Masing



1. DRUM BRAKE

Drum brake atau tromol rem merupakan bagian yang berputar bersama-sama dengan roda. Tromol rem berbentuk lingkaran tabung dan konsentris dengan poros. Jika tromol rem tidak lingkaran sempurna dan nonkonsentris dengan poros maka ketika pedal rem diinjak maka akan terasa bergetar.

Bidang gesek pada tromol rem terletak pada bagian (permukaan) dalam tromol, bila bidang gesek ini mengalami keausan atau terbentuk alur (goresan) yang diakibatkan gesekan maka dapat menyebabkan koefisien gesek rem akan berkurang. Oleh sebab itu, bila terdapat bagian goresan maka tromol rem harus di amplas atau dibubut (pembubutan jangan melebihi spesifikasi diameter maksimal tromol).

Tromol rem juga harus dapat menyerap dan menghilangkan panas yang timbul akibat gesekan.

2. BRAKE SHOE

Brake shoe atau septu rem yang berfungsi untuk menekan tromol rem sehingga terjadi proses pengereman.Sepatu rem pada rem tromol berjumlah dua buah dan terpasang di backing plate dan dikunci oleh pegas pemegang sepatu rem. Karena sepatu rem terpasang pada backing plate, maka sepatu rem tidak akan ikut berputar bersama-sama dengan roda.

3. ANCHOR

Anchor merupakan bagian dari sistem rem tromol yang terpasang pada backing plate dan menjadi tumpuan dari sepatu rem.

4. BACKING PLATE

Backing plate berfungsi sebagai landasan pada sistem rem tromol, dimana silinder roda, sepatu rem, anchor, pengas pemegang sepatu rem, terpasang di backing plate.

5. UNIT PENYETEL

Unit penyetel ini berfungsi untuk menyetel celah sepatu rem dengan tromol.

6. ANTI-RATTLE SPRING

Anti-rattle spring atau pegas anti betar yang digunakan pada rem tromol berfungsi untuk mengurangi getaran dan suara mengeklik.

7. PEGAS PEMEGANG SEPATU REM

Pegas pemegang sepatu rem berfungsi untuk menahan sepatu rem agar tetap berada pada posisinya. Pegas pemegang sepatu rem ini memegang sepatu rem terhadap backing plate.

8. PEGAS PENGEMBALI SEPATU REM

Pegas pengembali sepatu rem berfungsi untuk mengembalikan posisi sepatu rem ke posisi semula setelah pedal rem dilepas.

9. WHEEL CYLINDER

Wheel cylinder atau silinder roda terletak di dalam tromol dan terpasang di backing plate. Silinder roda berfungsi untuk menerima tekanan hidrolik dari master silinder yang kemudian tekanan tersebut digunakan untuk menekan sepatu rem agar terjadi proses pengereman.

Didalam silinder roda terdapat piston, piston inilah yang berfungsi untuk menerima tekanan dan kemudian digunakan untuk menekan sepatu rem.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN REM TIPE TROMOL

KELEBIHAN
• Karena posisinya tertutup, rem tromol tidak gampang di masuki kotoran dari luar. Oleh sebab itu rem tromol banyak di gunakan pada perangkat rem roda belakang yang sering di serang oleh kotoran / lumpur.

• Kinerja rem tromol lebih lembut dan penampang kampas rem dapat di buat extra lebar sehingga banyak di gunakan pada kendaraan berat.

KEKURANGAN
Karena tidak seluruhnya kampas rem menempel ke tromol roda yang mengakibatkan daya pengereman pada rem tromol cuma 70% saja.

• Rem gampang terkena panas karena perangkat rem model tertutup dan jeleknya lagi apabila menerjang banjir rem tidak akan pakem lagi karena perangakat rem di penuhi air.

Fungsi Dari Bagian Bagian Rem Tromol Mobil Berserta Kelebihan dan Kekurangannya


ILMUTKR - Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang bagaimana cara mengOverHoul poros propeler atau biasa di sebut poros pemindah tenaga.

Poros propeler berfungsi sebagai penerus putaran dari trasmisi ke gear box gardan belakang. Adapun komponen komponen dari propeler adalah sebagai berikut.


1. Garpu Penghubung : Bentuk garpu dan berlubang sebagai dudukan/tumpuan penghubung salib.

2. Poros : Bentuk pipa dengan maksud mengurangi berat tetapi tidak mengurangi kekuatannya.

3. Penghubung Luncur : Bentuk pejal dan pipa yang terhubung melalui alur-
alur dan dapat bergeser sepanjang alur tersebut.

4. Timbangan Balance : Bentuk plat yang dilas titik terhadap poros propeller untuk menghindari gaya sentrifugal.

Bahan menggunakan besi baja dengan pembuatan menggunakan ketelitian yang tinggi.

Kontruksi Propeler

Kegunaan sambungan salip ( joint )
Meneruskan putaran dengan sudut yang bervariasi pada batas – batas tertentu.

Kegunaan sambungan geser ( luncur )
Mengatasi akibat gerakan aksel yang berpegang terjadi perubahan jarak aksel dan transmisi.

PEMBOKARAN

Alat Alat

Kotak alat
Palu plastik
Kunci shock
Tang ring pengunci
Dial indikator
Block “V”
Pompa vet

Keselamatan Kerja

1. Hati – hati bekerja di bawah mobil, pemasangan penyangga harus baik.
2. Segera bersihkan tumpahan oli di lantai.
3. Memberi tanda pemasangan dengan penitik.

Melepas Poros

• Buka baut pengikat flens dengan
kunci ring.
• Periksa kebocoran sil poros out
put transmisi dan sil poros pinion
penggerak aksel.
• Gunakan penyumbat oli atau alat
lainnya agar oli transmisi tidak tumpah.
• Bersihkan / cuci poros propeller.


• Memeriksa kelonggaran bantalan sambungan salib.
Maksimum 0,02 mm
• Memeriksa kebebasan aksial sambungan salib.
Maksimum 0,02 mm
• Memeriksa sambungan luncur, bila tidak dapat meluncur dengan baik harus dibersihkan dan tidak boleh ada kebebasan radial.
• Memeriksa kebengkokan poros penggerak.
Maksimum 0,6 mm

Bagian Bagian Sambungan salep 


Melepas cincin – cincin pengunci :

• Jenis cincin pengunci diluar ujung cincin dijepit dengan tang dan tarik keluar.
• Jenis cincin pengunci di dalam didorong dengan hentakan palu pada ujung cincin pengunci hingga lepas.


• Pukul pada bagian garpu penghubung hingga rumah bantalan keluar dari dudukannya.
Hati – hati jangan sampai rusak dudukan rumah bantalan.
Jika rumah bantalan tidak dapat / sulit keluar dengan cara dipikul, rumah bantalan dipres pada ragum ke kiri dan ke kanan hingga mudah terasa dilepas, kemudian dipukul – pukul lagi.

• Perhatikan bantalan jarum jangan sampai jatuh / hilang.
Periksa permukaan gesek bila sudah aus / cacat harus diganti ( satu set ).
1. Penghubung salib
2. Sil
3. Bantalan jarum
4. Rumah bantalan

Baca Juga : Inilah beberapa tanda busi yang mulai mengalami kerusakan


Bengkok (tidak segaris)

• Periksa keretakan dan kebengkokan,perbaiki jika masih dimungkinkan atau ganti baru.


Memasang Sambungan Salip


• Perhatikan tanda pemasangan
• Mengisi vet pada penghubung salib
sampai penuh.
Memasang sil.
• Memasang rumah bantalan, posisi
rumah bantalan, dudukan rumah bantalan dan poros penghubung salib harus lurus kemudian dipres sedikit sambil dicek apakah sambungan salib dapat berputar dengan baik. Bila sedikit sarat beri hentakan pada ujung garpu penghubung.
Perhatikan kedudukan rumah bantalan terhadap dudukannya, harus lurus tidak boleh miring !



• Memasang cincin pengunci dan
pilihlah cincin yang cocok untuk
kebebasan aksial 0,02 mm.


• Bersihkan bagian sambungan luncur dan beri vet baru.
• Memasang sambungan luncur sesuai dengan tanda pemasangan.
• Memeriksa sil poros out put transmisi bila rusak / bocor harus diganti.

• memasang sil poros output transmisi dan sil pinion penggerak aksel, gunakan alat khusus agar sil dapat duduk dengan baik.

Memasang Poros Propeler

• Periksa tanda-tanda pemasangan.
• Pengikat baut dengan kunci momen. ( momen pengencangan lihat buku manual ).
memasang sil poros output transmisi dan sil pinion penggerak aksel, gunakan alat khusus agar sil dapat duduk dengan baik.


• Periksa posisi garpu penghubung sambungan salib satu dengan yang lainnya harus lurus dan segaris ( Jika tidak segaris akan timbul getaran dan bantalan sambungan salib akan cepat rusak ).
• Memberi pelumasan pada sambungan salib dan sambungan luncur dengan pompa vet.

Cara OverHoul Poros Pemindah Tenaga (Poros Propeller) Lengkap Beserta Gambar